MUI Kabupaten Mojokerto Sukseskan Pemilu 2024

Pengurus MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kabupaten Mojokerto turba (turun ke bawah) melaksanakan konsolidasi kelembagaan ke pengurus MUI di Kecamatan di Kabupaten Mojokerto salah satu agenda yakni mensukseskan pemilu 2024 secara jurdil dan aman .
Sekum MUI Kabupaten Mojokerto KH Ghozali menjelaskan Kegiatan turba yang bertujuan untuk memberikan penguatan kepada pengurus dan organisasi keagamaan, itu dilaksanakan oleh pengurus MUI Kabupaten kepada seluruh pengurus MUI kecamatan Kabupaten Mojokerto yang terbagi di tujuh tempat”Program konsolidasi ini direncanakan akan dilaksanakan ke semua pengurus MUI se-kabupaten.” Katanya saat turba di pendopo kecamatan Bangsal Rabu (20/12).
Ketua umum MUI Kabupaten Mojokerto KH Cholil Arphapy menegaskan
Selain itu, MUI melakukan turba merupakan konsolidasi organisasi serta silaturahmi pengurus MUI kecamatan sehingga terjalin sinergitas.Dalam turba ini pihaknya membentuk 3 kelompok tim yang akan menjadi narasumber.Selain dari pengurus MUI Kabupaten Mojokerto juga dari polres Mojokerto dan dari Badan Narkotika Nasional ( BNN ) Kota Mojokerto.
“Kami melakukan Turba sekaligus konsolidasi organisasi untuk MUI bagaimana nanti MUI tetap berkhidmat kepada masyarakat dan tetap bermitra dengan pemerintah,” tegasnya.
Kemudian, kata KH Cholil Arphapy apalagi tahun ini sudah memasuki tahun politik maka perlu ada pemahaman serta komitmen untuk menjadi perekat di tengah perbedaan pandangan.
“Tahun ini kita menghadapi pesta demokrasi jadi, masyarakat dan MUI berharap bagaimana utama menjadi figur pemersatu dan keteladanan di masyarakat,” ungkapnya.
Dengan harapan MUI di setiap kecamatan mampu membendung hal yang tidak baik yang berpotensi memecah bela persaudaraan. Maka, peran penting tokoh agama para kiai menjadi penyejuk.Dalam kegiatan tersebutjuga di laksanakan pernyataan sikap Dewan Pengurus MUI Kabupaten Mojokerto dan Dewan Pengurus MUI Kecamatan.di Tahun politik 2024 serta himbauan MUI Kab. Mojokerto untuk mensukseskan PEMILU 2024.
“Para kiai tokoh agama menjadi penyejuk menghadapi pesta demokrasi tahun 2024. Sehingga nanti masyarkat tenang, dan aman. Mari kita jaga bersama-sama,” tandas
Sementara Ketua Komisi Infokom MUI Jawa Timur, HM Sururi Arumbani menyampaikan, tema Narasi Moderat ‘Tolak Politik Identitas dan Hoax di Tahun Politik’ itu diambil karena MUI punya tanggung jawab kepada masyarakat untuk tetap dalam beraktivitas politik menggunakan narasi-narasi moderat.
“MUI Jawa Timur sudah mengeluarkan fatwa tentang larangan menggunakan politik identitas sebagai pijakan atau alat untuk memperoleh suara,” ujarnya.
Sururi menambahkan, bahwa masyarakat harus memegang prinsip kebenaran dan kemaslahatan, sehingga apapun proses politik tetap bisa menjaga nilai-nilai agama yang dianut.
Pihaknya juga menyadari bahwa yang terlibat dalam proses politik itu banyak sekali tokoh-tokoh agama. Namun, keterlibatan mereka itu sebagai sikap pilihan individu, karena memilih dalam proses politik adalah hak yang dijamin dalam Undang-undang Dasar.
“Oleh karena itu, kita harus bisa menyeimbangkan dan berjuang dalam jalur politik tapi tetap teguh memegang nilai-nilai Islam yang Rahmatan lil ‘Alamin,” tandasnya. (B45)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
MUI Menjawab: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab langsung oleh Ulama dari MUI Mojokerto