Hari ke Empat, Turba ke MUI Kecamatan Sooko dan Trowulan.

Hari ke Empat, Turba ke MUI Kecamatan Sooko dan Trowulan.

KabMojokerto-infokom-
Hari ke empat , turun ke bawah (turba) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mojokerto Jawa Timur, di pusatkan di pendopo kecamatan Trowulan,Kamis (21/12).
Kegiatan dalam rangka perkuat ukhuwah dan silaturrahim antara MUI kabupaten Mojokerto dan MUI di seluruh Kecamatan di kabupaten Mojokerto yang melibatkan pengurus MUI Kecamatan Trowulan dan Sooko ..
Dalam sambutan Camat Trowulan, H Mujiono SPd MM mengucapkan selamat datang atas kunjungan dari MUI Kabupaten di Kecamatan Trowulan dalam rangka silaturahmi dan menjalin sinergitas.” Selamat datang di kecamatan Trowulan ” katanya .
Mujiono menjelaskan bahwa MUI Kecamatan Trowulan sudah di bentuk dan berjalan dengan baik , peran MUI cukup strategis, terkait dengan kondisi hari ini menjaga kestabilan paham keagamaan sehingga tidak terjadi nya perpecahan antara sesama agama, maupun antar umat beragama.
“Pertemuan ini sangat penting bagi MUI Kecamatan kedepanya,
Di Kecamatan Trowulan saat ini sangat harmonis, untuk itu pihak kecamatan membangun sinergitas kepada MUI untuk mengawal jangan sampai terjadi perpecahan umat.”ujarnya .
Menurutnya pihaknya berharap kehadiran MUI dapat menjaga kondisi tetap kondusif, dan tujuannya adalah supaya dapat merawat keharmonisan antar sesama agama maupun antar umat beragama .”tandasnya
โ€œKarena silaturrahim antara pengurus MUI Kabupaten dan Kecamatan harus tetap terjaga,โ€ kata Ketua umum MUI Kabupaten Mojokerto KH Cholil Arphapy saat turba kemarin siang .
Selain itu, MUI melakukan turba merupakan konsolidasi organisasi serta silaturahmi pengurus MUI kecamatan sehingga terjalin sinergitas.Dalam turba ini pihaknya membentuk 3 kelompok tim yang akan menjadi narasumber.Selain dari pengurus MUI Kabupaten Mojokerto juga dari polres Mojokerto dan dari Badan Narkotika Nasional ( BNN ) Kota Mojokerto.
โ€œKami melakukan Turba sekaligus konsolidasi organisasi untuk MUI bagaimana nanti MUI tetap berkhidmat kepada masyarakat dan tetap bermitra dengan pemerintah,โ€ tegasnya.
Kemudian, kata KH Cholil Arphapy apalagi tahun ini sudah memasuki tahun politik maka perlu ada pemahaman serta komitmen untuk menjadi perekat di tengah perbedaan pandangan.
โ€œTahun ini kita menghadapi pesta demokrasi jadi, masyarakat dan MUI berharap bagaimana utama menjadi figur pemersatu dan keteladanan di masyarakat,โ€ ungkapnya.
Dengan harapan MUI di setiap kecamatan mampu membendung hal yang tidak baik yang berpotensi memecah bela persaudaraan. Maka, peran penting tokoh agama para kiai menjadi penyejuk.Dalam kegiatan tersebutjuga di laksanakan pernyataan sikap Dewan Pengurus MUI Kabupaten Mojokerto dan Dewan Pengurus MUI Kecamatan.di Tahun politik 2024 serta himbauan MUI Kab. Mojokerto untuk mensukseskan PEMILU 2024.

โ€œPara kiai tokoh agama menjadi penyejuk menghadapi pesta demokrasi tahun 2024. Sehingga nanti masyarkat tenang, dan aman. Mari kita jaga bersama-sama,โ€ pungkasnya. (B45)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
MUI Menjawab: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab langsung oleh Ulama dari MUI Mojokerto